Ketahui Alasan Lansia Tidak Perlu Lagi Minum Suplemen Vitamin D

Terus tua, kepadatang tulang bakal menurun jadi rentan keropos serta patah. Itu karenanya tidak sedikit orang yang sedari muda telah rajin minum suplemen vitamin D serta kalsium supaya tulangnya masih kuat. Kebiasaan minum suplemen ini pun berlanjut hingga tua nanti. Ada juga lansia yang baru mengawali minum suplemen untuk mengurangi risiko osteoporosis. Ternyata, para pakar mengungkapkan bahwa lansia minum suplemen vitamin D tidak butuh diperbuat lagi. Mengapa demikian? Simak ulasannya berikut ini.

Ketahui Alasan Lansia Tidak Perlu Lagi Minum Suplemen Vitamin D

Suplemen vitamin D tidak manjur mencegah patah tulang pada lansia

Vitamin D serta kalsium merupakan dua nutrisi penting yang diperlukan untuk menjaga kekuatan tulang. Kedua nutrisi tersebut bisa didapatkan dari makanan kaya vitamin D serta sumber kalsium, juga dalam bentuk suplemen yang lebih praktis.

Menurut suatu  penelitian yang diterbitkan pada American Journal of Clinical Nutrition, orang yang berumur 70 tahun ke atas cenderung mengalami penurunan performa memproduksi vitamin D hingga 75 persen. Ini karenanya, para lansia dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D serta kalsium untuk mencegah patah tulang serta risiko jatuh.

Di segi lain, suatu  studi terakhir yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) mengungkapkan bahwa orang dewasa saat ini tidak butuh repot-repot lagi mengonsumsi suplemen tersebut. Pasalnya, suplemen vitamin D serta kalsium dikualitas tidak memberbagi efek berarti untuk mencegah risiko patah tulang panggul pada lansia.

Penelitian ini melibatkan 51 ribu lansia yang nasib di tengah masyarakat (bukan di panti jompo, rumah sakit, alias institusi lainnya). Hasilnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara risiko patah tulang pada lansia yang rajin minum suplemen kalsium serta vitamin D dengan lansia yang minum pil plasebo (pil kosong).

Minum suplemen vitamin D justru bisa memunculkan persoalan kesehatan lansia

Hingga saat ini, para pakar belum menemukan lumayan bukti yang menunjukkan bahwa suplemen vitamin D serta kalsium berguna untuk mencegah patah tulang pada pria alias wanita premenopause. Mesikipun lansia telah diberbagi suplementasi harian dengan 400 IU vitamin D serta 1.000 mg kalsium, ini tidak lumayan untuk menurunkan risiko patah tulang di usia senja.

Obat apa pun, tergolong vitamin, bisa membahayakan kesehatan bila dikonsumsi tidak sesuai anjuran. Alex H. Krist, MD, seorang profesor di Virginia Commonwealth University di Richmond, mengungkap terhadap Everyday Health bahwa selalu minum suplemen vitamin D bisa memberbagi efek samping yang serius, terlebih apabila dikombinasikan dengan suplemen kalsium.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa minum suplemen vitamin D serta kalsium dosis rendah sekaligus bisa menambah risiko patah tulang, berbagai tipe kanker, hingga kematian dini. Apabila dalam dosis rendah saja bisa membahayakan, apalagi dengan suplemen dosis tinggi (800 IU vitamin D serta 1.200 mg kalsium) yang bisa memperparah risiko penyakit.

Walau demikian, asupan vitamin D serta kalsium masih berperan penting untuk menambah massa tulang serta mencegah patah tulang, terlebih pada orang usia muda. Jadi, lansia boleh saja mengonsumsi suplemen vitamin D serta kalsium, asalkan telah memperoleh rekomendasi dari dokter.

Lantas, bagaimana caranya supaya kekuatan tulang lansia masih terjaga?

Ada tidak sedikit tutorial yang bisa ditempuh untuk memenuhi kebutuhan vitamin D serta kalsium harian pada lansia, tidak hanya minum suplemen vitamin D. Terbukti minum suplemen itu lebih praktis. Bakal namun, lansia lebih dianjurkan untuk membenahi pola nasib sehat dengan olahraga teratur, makan makanan bergizi seimbang, serta memperoleh paparan sinar matahari yang cukup.

Ya, olahraga lebih ampuh mencegah risiko jatuh pada lansia yang berumur 65 tahun ke atas. Faktor ini dibuktikan dengan menguji keseimbangan, fleksibilitas, serta ketahanan tubuh lansia seusai meperbuat latihan fisik setidak sedikit tiga kali per minggu. Hasilnya, daya tahan tubuh para lansia jadi lebih kuat serta mengurangi risiko patah tulang maupun terjatuh.

Maksimalkan usaha Kamu dengan mengonsumsi makanan yang kaya kalsium semacam susu, sayuran, buah, serta kacang-kacangan. Jangan lupa untuk meluangkan waktu kurang lebih 15 hingga 20 menit berjemur setiap pagi supaya memperoleh asupan vitamin D alamiah bagi tubuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips untuk Sebelum Membeli Jersey Bali United

6 Penyebab Karburator Banjir, Pengendara Motor Wajib Tahu!

Apa itu Suntik Putih? Ini Efek samping dan Bahayanya