Ini Alasan Bayi Selalu Menangis ketika Potong Rambut

Sebagian besar orangtua memotong habis rambut bayi atau botak sebab beragam alasan, mulai dari membuang sial sampai berharap rambut si Kecil tumbuh lebat. Padahal faktanya memotong rambut tidak ada hubungannya dengan kesialan. Sama semacam hubungan potong rambut serta bayi mempunyai rambut tebal. 

Ini Alasan Bayi Selalu Menangis ketika Potong Rambut

Menurut pakar perinatologi, kondisi rambut bayi dipengaruhi oleh faktor genetika. Kondisi rambut bayi yang baru lahir juga tidak menentukan rambutnya ketika dewasa. 

Perpersoalanan lainnya adalah bayi rutin menangis ketika rambutnya dipotong. Apa penyebabnya? Bagaimana tutorial menenangkan bayi yang rewel ketika rambutnya dipotong? Berikut penjelasan Popmama.com seputar argumen bayi menangis ketika rambutnya dipotong. 

1. Sensitif ketika kepala disentuh

Menginjak usia lebih dari enam bulan, bayi telah dapat mengekspresikan perasaannya ketika tersanjung, kecewa, ataupun marah. Begitu juga ketika rambut bayi hendak dipotong, berbagai bayi mulai menunjukkan perasaannya. Artinya, mereka merengek atau bahkan menangis sebab menolak rambutnya dipotong. 

Keadaan ini wajar terjadi sebab ada berbagai bayi yang merasa sensitif ketika kepalanya disentuh oleh orang lain yang tidak dikenal. Mereka bakal merasa tidak enjoy jadi memunculkan reaksi marah atau histeris. 

Oleh sebab itu, Mami sebaiknya membahas terlebih dahulu bukti diri orang yang bakal memotong rambut si Kecil. Komunikasi mami serta si Kecil butuh diperbuat supaya bayi tidak trauma ketika rambutnya bakal dipotong.

2. Bayi merasa trauma

Bayi dapat trauma sebab paksaan memotong rambut. Padahal si Kecil telah menolak rambutnya dipotong, tetapi Mami masih meperbuatnya. Oleh sebab itu, semacam dijelaskan sebelumnya, Mami sebaiknya komunikasikan terlebih dahulu dengan baik supaya bayi lebih tenang serta mengerti apabila rambutnya bakal dipotong. 

Mama dapat membahas terhadap si Kecil bahwa proses pemotongan rambut tidak memunculkan rasa sakit. Tidak hanya itu, Mami juga dapat mencontohkan sang Papa untuk melewati proses pemotongan rambut terlebih dahulu. Biarkan bayi menonton rambut papa dipotong, tetapi tidak memunculkan rasa sakit. 

3. Potong rambut tidak Memengaruhi kondisi rambut bayi

Dilansir dari Live Strong, kondisi rambut bayi tidak dipengaruhi oleh seberapa tidak jarang orangtua memotong rambutnya. Tidak butuh perlakuan khusus supaya rambut bayi tumbuh lebat. Biarkan rambut bayi tumbuh alamiah dengan menjaga kebersihan rambut serta kulit kepalanya. 

Mama juga butuh memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil supaya rambutnya tumbuh tebal. Rambut diperbolehkan dicukur apabila telah menutupi mata si Kecil atau mengganggu jarak pandangnya. Apabila timbul bintik-bintik atau ruam di kulit kepala si Kecil, tidak ada salahnya untuk konsultasi ke dokter. 

4. Trik potong rambut bayi

Meski tidak memengaruhi kondisi rambut si Kecil, Mami masih diperbolehkan memotong rambut bayi setidak jarang mungkin. Tapi butuh diingat, saat memotong rambut, pastikan keamanan serta keenjoyan si Kecil. Di bawah ini adalah berbagai trik yang dapat diperbuat apabila ingin memotong rambut bayi.

Apabila ingin potong rambut di salon, pilihlah salon yang terbukti siap melayani bayi. 

Tentukan waktu yang cocok, umpama jangan potong rambut bayi ketika jam tidur siang. Pasti saja itu dapat membikin bayi rewel sebab ada perubahan dalam jadwal kesehariannya. 

Bawa barang-barang kesayangan si Kecil. Tujuannya adalah bayi dapat mengendalikan emosi serta ketakutannya ketika rambutnya dipotong dengan bermain barang kesayangannya. 

Dampingi si Kecil ketika rambutnya dipotong. Pastikan si Kecil merasa Mami rutin hadir di sampingnya tanpa meninggalkannya atau menitipkan ke orang lain. 

Potong rambut bayi terbukti bukan faktor yang mudah, tetapi keberadaan mami pasti dapat menolong si Kecil menanggulangi rasa takutnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Penyebab Karburator Banjir, Pengendara Motor Wajib Tahu!

Tips untuk Sebelum Membeli Jersey Bali United

Apa itu Suntik Putih? Ini Efek samping dan Bahayanya