Manfaat Santan Kelapa untuk Kesehatan

Banyak orang bilang santan itu tidak baik untuk kesehatan, karena banyak lemak dan kolesterolnya. Tapi sebenarnya ada juga loh manfaat santan kelapa untuk kesehatan, bahkan bisa untuk menjaga kesehatan jantung. Namun tentunya apabila digunakan dengan sewajarnya.

Santan adalah salah satu bahan masakan yang populer digunakan dalam kuliner Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Selain itu santan juga sering digunakan di Hawaii, India, dan negeri-negeri tertentu di Amerika Selatan dan Karibia.

Manfaat Santan Kelapa untuk Kesehatan

Cairan berwarna putih seperti susu ini berasal dari parutan daging kelapa yang sudah tua yang dibasahi kemudian diperas dan disaring.

Bagaimana Cara Santan Dibuat?

Setidaknya ada beberapa jenis santan yang dibedakan berdasarkan kekentalannya serta berdasarkan seberapa banyak santan itu diolah.

Santan kental: Daging kelapa padat diparut halus dan direbus dalam air. Campuran tersebut kemudian disaring menggunakan kain saringan khusus untuk menghasilkan santan yang kental.

Santan encer: Setelah membuat santan kental, parutan kelapa yang tersisa di kain saringan direbus dalam air. Proses penyaringan tersebut kemudian diulangi untuk menghasilkan santan yang encer.

Dalam masakan tradisional, santan kental sering digunakan untuk hidangan penutup dan saus kental. Sedangkan santan cair sering digunakan untuk sup dan saus encer.

Sebagian besar santan yang sudah dikemas dalam kalengan atau kemasan lain merupakan campuran antara santan encer dan kental. Salah satu contohnya adalah produk santan kara.

Sebenarnya Anda bisa membuat santan sendiri di rumah karena cara membuatnya cukup mudah, dan bisa disesuaikan kekentalannya mengikuti keinginan Anda.

Manfaat Santan Kelapa untuk Kesehatan: Berat Badan dan Metabolisme

Terdapat sejumlah bukti bahwa lemak trigliserida rantai menengah di dalam santan kelapa mungkin memiliki manfaat untuk berat badan, komposisi tubuh, dan metabolisme.

Asam laurat membentuk sekitar 50 persen dari minyak kelapa. Ini dapat diklasifikasikan sebagai asam lemak rantai panjang atau rantai menengah, karena panjang rantai dan efek metaboliknya adalah perantara antara keduanya.

Tetapi minyak kelapa juga mengandung 12 persen asam lemak rantai menengah sejati—asam kaprat dan asam kaprilat.

Tidak seperti lemak rantai panjang, trigliserida rantai menengah berpindah dari saluran pencernaan langsung ke hati Anda, lokasi dimana mereka digunakan untuk produksi energi atau keton. Mereka cenderung disimpan sebagai lemak.

Penelitian juga menunjukkan bahwa trigliserida rantai menengah dapat membantu mengurangi nafsu makan dan mengurangi asupan kalori dibandingkan dengan lemak-lemak lainnya.

Dalam sebuah penelitian kecil, pria yang kelebihan berat badan yang mengonsumsi 20 gram minyak trigliserida rantai menengah saat sarapan mengonsumsi 272 lebih sedikit kalori saat makan siang, dibandingkan mereka yang mengonsumsi minyak jagung.

Terlebih lagi, trigliserida rantai menengah bisa meningkatkan pengeluaran kalori dan pembakaran lemak setidaknya untuk sementara waktu.

Namun, tampaknya sejumlah kecil trigliserida rantai menengah yang terdapat pada santan kelapa tidak punya manfaat kesehatan signifikan untuk berat badan atau metabolisme.

Beberapa penelitian pada orang gemuk dan penderita penyakit jantung menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak kelapa mengurangi lingkar pinggang. Tetapi minyak kelapa tidak berpengaruh pada berat badan.

Belum ada penelitian yang secara langsung meneliti bagaimana santan memengaruhi berat badan dan metabolisme. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk hal tersebut.

Manfaat Santan Kelapa untuk Kesehatan: Kolesterol dan Jantung

Karena mengandung lemak jenuh yang sangat banyak, orang-orang jadi mempertanyakan apakah benar ada manfaat santan kelapa untuk kesehatan jantung?

Sayangnya masih hanya sedikit penelitian yang secara spesifik menyelidiki santan kelapa, tetapi satu penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan ada manfaat santan kelapa untuk kesehatan kadar kolesterol pada orang yang sehat maupun penderita kolesterol tinggi.

Sebuah penelitian selama 8 minggu pada 60 pria mendapati bahwa bubur santan kelapa menurunkan kolesterol “jahat” LDL lebih daripada bubur susu kedelai. Bubur santan juga meningkatkan kolesterol “baik” HDL hingga sebesar 18 persen, dibandingkan dengan hanya 3 persen pada susu kedelai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips untuk Sebelum Membeli Jersey Bali United

6 Penyebab Karburator Banjir, Pengendara Motor Wajib Tahu!

Apa itu Suntik Putih? Ini Efek samping dan Bahayanya